Aku bukan lah penyair…
Jauh sekali seorang pujangga…
Bait kata ku sekadar biasan hati…
Ingin berkata tetapi terkunci…
Aku seorang manusia…
Yang lahir sebagai pelengkap dunia…
Yang kerdil di pandangan…
Yang lemah untuk di perbandingkan...
Namun…
Lemah ku bukan alasan untuk ku mengalah…
Kalah ku tidak berarti aku menyerah…
Jangan kau ukur kekerdilan ku…
Jangan kau lihat kelemahan ku…
Jangan kau kira kegagalan ku…
Kekerdilan ku hanyalah pada mata…
Tapi bukan pada minda…
Kelemahan ku hanyalah pada rupa…
Tapi bukan pada daya…
Kegagalan ku hanyalah sebagai penyeri…
Untuk ku terus memperbaiki diri…
Aku rela menjadi orang yang bodoh…
Terus bersuluh…
Tidak ku ingin menjadi orang yang bijak…
Tapi akhirnya mati terpijak...
Aku lebih rela menjadi semut merah…
Dari gajah di rimba…
Yang gah mengusung nama…
Namun terlalu lemah akal nya...
Biar aku fakir harta…
Asal akal ku berharga…
Biar tulang ku rapuh…
Asal semangat ku kukuh...
Andainya hidup punca perpisahan…
Biarlah mati yang menyambungnya…
Namun jika mati punca perpisahan…
Biarlah hayat hidup ku…
Membawa seribu makna…
Karena…
Esok belum tentu matahari terus mencerah…
Entah-entah kan padam di kelopak mata...